Jalan-Jalan ke Pulau Bintan

Senja di Pulau Bintan
Jalan-jalan ke Pulau Bintan, saya rasa dapat menenangkan pikiran. Kenapa? Karena waktu saya kesana, saya lagi menghadapi masalah yang sangat menyayat. Dan setelah dari Pulau Bintan, saya merasa plong bagaikan minum obat pencegah sariawan. Tidak ada masalah lagi yang saya rasakan.

Pulau Bintan yang ada di Kepulauan Riau merupakan tempat wisata yang indah jika dibandingkan dengan Pulau Batam. Cerita indahnya mulai dari tempat wisata, alam, hingga penginapan. Pulau itu bisa buat jantung kita bergetar dag dig dug. Hal itu membuat wisatawan dari mancanegara untuk terjun dan berlibur disana.


Jadi, tanggal 10 september kemarin saya menapakan kaki ke Pulau Bintan. Saya jalan-jalan ke Pulau Bintan untuk yang pertama kalinya. Untuk menggapai Pulau Bintan, saya menunggangi Kapal Roll On - Roll Off (Kapal Ro-Ro) dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Saya berangkat pukul 1 siang saat itu.

Kapal Ro-Ro


Biaya tiket menyebrang hanya 20 Ribu Rupiah. Karena saya membawa sepeda motor, saya menambah 30 Ribu Rupiah.

Tibanya di Pelabuhan Uban, lantas saya berhenti sejenak di Pujasera yang ada disekitar Pelabuhan. Akibat perut belum diisi, jadi harus makan siang dulu, bukan? Setelah selesai, saya pun jalan menyusuri Pulau indah tersebut.

Di sepanjang bentang jalanan berkelok-kelok, saya disuguhkan pemandangan bukit yang hijau. Dipastikan kita akan terpukau bak melihat bidadari.

Sekitar 2 jam perjalanan, tiba saatnya matahari mau menghilang. Momen inilah yang membuat hati saya menjerit sampai mau terjungkal ke parit. Waktu itu matahari benar-benar sembunyi di pepohonan yang berbaris disana.


Sunset di Pulau Bintan


Setelah itu, saya pun lanjut mencari penginapan. Tidak puas rasanya kalau datang kesana tidak menginap. Dan saya memilih Bintan Laguna Resort and Restaurant. Biaya penginapan sekitar 350 Ribu Rupiah per malam. Harga itu sudah termasuk breakfast.

Bintan Laguna Restaurant & Resort


Bintan Laguna Resort and Restaurant merupakan penginapan yang unik. Letaknya di atas laut. Seperti gubug villa berdarah namun sangat indah. Kamarnya sangat simple. Intinya mantap deh.... 

Disana juga tersedia bar. Bentuk bar nya juga kolot namun modern. Ada juga restaurant yang memiliki fasilitas biliard. Sangat recommended lah. 


Bar di Bintan Laguna Restaurant & Resort


Di pagi harinya, saya berendam di laut padahal bisa main air di kamar mandi. Air lautnya lumayanlah... Meski tidak terlalu biru tapi bersih. Saya juga sempat berjemur seperti turis kesasar yang hanya menggunakan kancut aja. Karena waktu itu, resort saya bersebelahan dengan wisatawan asal Prancis, Singapura, dan Negara lainnya.



Saat matahari berada di atas kepala, saya terus menyusuri Bintan. Saya menemukan tempat makan Pizzeria Casa Italia. Pizza nya bener-bener dipanggang di dalam pembakaran. Yummy banget. Harganya sekitr 56 Ribu Rupiah per porsinya.

Namun sayang, waktu berputar terlalu cepat. Sekitar pukul 2 siang, saya harus bertolak kembali ke Pulau Batam. Suatu saat, saya pasti menjelajahi Pulau Bintan lagi. Jadi, buat kamu yang mau travelling, ga ada salahnya untuk mengunjungi Pulau Bintan karena benar-benar memukau. 



Bintan Laguna Restaurant & Resort Pada Malam Hari



Suasana Kamar di Bintan Laguna Restaurant & Resort


Bintan Laguna Restaurant & Resort Dari Depan




Share on Google Plus

About bocahudik

4 komentar:

  1. andai saja saat itu aku bisa bergabung ya,,,,hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... pasti asik kak kalo kakak juga gabung. Kemarin kami berlima dengan Mas Danan, Bg Ahmadi, Ahmad, dan Kak Rina

      Hapus
  2. Cerita jalan-jalan selalu seru dan mengasyikkan.

    Salam kenal mas,
    saya anak Medan, anggota Blogger Medan juga.
    Salam kenal.
    kalau ada kesempatan BW ke blog saya juga ya bang..
    www.massanto.NET

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mas. Terimakasih sudah datang ke rumah bocah udik

      Hapus