Pantai Cakang Yang Malang

Pantai Cakang Tampak Dari Atas
Dalam benak saya saat pertama kali mendengar kata Pantai Cakang, adalah tempat wisata yang unik. Saya yakin pasti pantai itu memiliki hamparan pasir putih dan air laut biru. Selain itu ada pohon kelapa yang berbaris di sekitar pantai.

Pantai yang terletak di Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau itu harus diraih  setelah melewati Jembatan VI Barelang. Untuk meraihnya, kita harus menjalani berbagai arus perjalanan. Sampai-sampai bokong pun terasa penat dan isi bensin kendaraan pun hampir punah. Itu semua terjadi akibat letaknya yang sangat jauh dari Pulau Batam yang berjarak sekitar 50 kilometer lebih.



Pepohonan Di Sekitar Pantai Cakang

Saat hampir tiba di Pantai Cakang, kita akan dihadang oleh persimpangan bundaran jalan. Namun kita pilih yang lurusnya aja ya. Jangan belok-belok. Lebih mudahnya dari awal Jembatan I sampai Jembatan VI Barelang, kita jalan lurus tanpa menoleh kanan-kiri.

Setelah tiba di Pantai Cakang, kita harus membayar tiket masuk sebesar 5 Ribu Rupiah per orang. Bagi yang membawa kendaraan, dikenakan biaya parkir sebesar 3 Ribu Rupiah untuk sepeda motor dan 5 Ribu Rupiah untuk mobil.

Awal masuk ke Pantai, yang ada dalam benak saya adalah pasir putih dan air biru. Itu timbul akibat omongan seorang pria yang memberi rekomendasi tentang Pantai Cakang. Dia bernyanyi bahwa di Pantai Cakang, pemandangannya dapat membuat jantung dag dig dug der.


Pintu Masuk Pantai Cakang
Menurut dia disana ada Pasir Putih, air biru, serta jembatan yang menjorok ke lautan. Ombaknya juga bagus. Itu sebabnya saya tertarik mendatangi Pantai Cakang. Lagian saya yakin bahwa semakin ujung, semakin bagus air dan pasirnya.

Namun apalah daya bak jatuh dari pohon kelapa di pinggiran pantai. Saat tiba disana sangatlah bertolak belakang dengan pikiran akal sehat ini. Tidak ada yang istimewa atau unik dari Pantai Cakang itu.

Tibalah saat saya masuk dan ternyata benar. Maksudnya benar-benar bertolak belakang. Disana saya bagaikan orang bodoh setolol-tololnya. "Apa-apaan sih? Begini kog dibilang bagus?". Pertanyaan itulah yang muncul di otak saya.

Saya pikir Pantai Cakang cocok untuk muda-mudi yang sedang dimabuk asmara. Sangat serasi bagi mereka yang akan memadu kasih. Sebab disana ada banyak pondok di antara pepohonan atau tempat duduk yang tersedia bagi mereka yang ingin bermesraan.

Banyak batu karang, dan pasirnya juga tak seindah yang dibayangkan. Kemudian soal jembatan yang menjorok ke lautan. Menurut saya, itu bukan jembatan namun hanyalah penyanggah seperti toilet di sungai-sungai.

Tapi banyak yang berdongeng jika air laut sedang pasang, ombak-ombak Pantai Cakang sangat indah bernyanyi dan bersautan menghantam karang. Selain itu, Pantai Cakang merupakan pantai yang terakhir yang berhadapan langsung dengan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Disana ada Titik Referensi Lautan Daerah Kota Batam. Titik referensi ini disebut juga sebagai Titik 0 Batam. Itulah poin yang membuat Pantai Cakang memiliki daya tarik-menarik aura tersendiri dengan pengunjung.


Titik Referensi Batas Laut Daerah Kota Batam


Namun jangan khawatir. Bagi yang sudah terlanjur jatuh ke Pantai Cakang, ada baiknya mengunjungi Pulau Trajek. Pulau itu kelihatan jelas dari Pantai Cakang. Sepertinya Pulau Trajek jauh memanjakan mata dengan pasir putih dan pepohonan kelapa yang melambaikan daunnya dari arah seberang sana. Akses menuju Pulau Trajek, kita diharuskan mendayung kapal pompong dengan membayar 25 Ribu Rupiah per orangnya. Dari kejauhan, sepertinya pulau itu sama seperti Pulau Bali.


Pulau Trajek Terlihat Dari Pantai Cakang


Ok. Kembali ke Pantai Cakang! Sebenarnya Pantai ini memiliki daya tarik sendiri kalau pemerintah Kepulauan Riau khususnya yang di Batam mengelola dengan baik. Tapi bukan hanya Pantai Cakang saja sih yang perlu perhatian, melainkan seluruh tempat wisata di Kepulauan Riau yang harus dikelola dengan benar.

Bagi muda-mudi yang datang kesana, bolehlah menghibur diri dengan memetik gitar. Itu semua dilakukan agar tidak membosankan suasana. Selalu ingat untuk periksa keamanan kendaraan seperti ban dan bensin. Jangan lupa bawa bekal yang cukup ya. 
Share on Google Plus

About bocahudik

2 komentar:

  1. penilaian orang beda beda ya kak...kalo aku pas kali ke 4 kecakang air lagi pasang, cuaca mendukung bagus...aaiissh senangnya...sukaaa banget main disana...oh yaa aku pengen nyebrang ke trajek cuma gak tau naik kapalnya dari mana...hedewww..masih penasaran bisa kepulau itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke Trajek kita yuk kak... Naik kapalnya kalo kita ke cakang kan belok kanan setelah bundaran, nah kalo ke trajek lurus aja...

      Hapus