Mengenal Ekonomi Digital Dan Pertumbuhannya Yang Pesat Di Indonesia

By Bocah Udik - 7:00 AM

Ilustrasi Ekonomi Digital


Ekonomi digital adalah suatu hal yang kompleks atau fenomena yang muncul terkait adanya aspek-aspek ekonomi mikro, makro, dan teori administrasi. Konsep ekonomi digital, pertama kali dikenalkan oleh Don Tapscott (1998) yang merupakan pebisnis, konsultan, dan penulis terkenal terkait ekonomi asal Kanada. Menurutnya, ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistim ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai ruang intelijen yang meliputi informasi, berbagai akses instrumen informasi dan pemrosesan informasi dan komunikasi.


Ekonomi digital yang berhasil diidentifikasi pertama kali adalah Industri TIK, aktivitas e-commerce antar perusahaan atau individu, distribusi digital barang atau jasa, dan penjualan barang atau jasa yang menggunakan internet. Perkembangan ekonomi digital tidak terlepas dari karakteristik atau sifat dengan adanya penciptaan nilai, produk berupa efisiensi saluran distribusi, dan struktur berupa terjadinya layanan personal yang sesuai keinginan.

Di Indonesia, sistim Bank Indonesia pada Real Time Gross Settlement (RTGS) yang merupakan sistim transfer elektronik antar peserta dalam mata uang Rupiah, yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika (real time) per transaksi secara individual, dikategorikan sebagai ekonomi digital karena transaksi melalui e-banking. Jumlahnya sangat signifikan karena mencapai triliunan Rupiah per bulan.


PERTUMBUHAN EKONOMI DIGITAL

Menurut data statistik, rata-rata pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia pada tahun-tahun mendatang bisa mencapai 18,5 persen. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce terbesar di Asean. Berdasarkan laporan MCKinsey tahun 2016, ekonomi digital diproyeksikan menyumbang 150 miliar dollar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025. Hal ini terjadi akibat adanya penggunaan internet di Indonesia yang diperkirakan akan tumbuh 19 persen antara tahun 2015-2025.

Infografis Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia


Pemerintah Indonesia merencanakan target nilai bisnis ekonomi digital pada tahun 2020 bisa mencapai 130 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.834 triliun. Survei 2017 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi pengguna internet secara total di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi 262 juta orang. Sedangkan pengguna internet di smartphone memanfaatkannya untuk mencari harga (45,14%), membantu pekerjaan (41,04%), informasi membeli (37,82%), belanja online (32,19%), dan terkecil adalah jual online (16,83%). Itu artinya yang berkaitan dengan transaksi belanja atau jual beli online juga dinikmati pengguna internet di smartphone.

Data tersebut akan terus meningkat karena masih banyak masyarakat daerah yang belum tersentuh internet. Sejumlah agenda menggarap ekonomi digital terus digarap oleh pemerintah. Terutama dari sisi regulasi. Misalnya Kementerian Koordinator Perekonomian mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid 14 soal e-commerce dan melahirkan startup lewat Gerakan Nasional 1.000 startup yang digalakkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerjasama dengan pihak terkait.

Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020 akan didukung oleh proyek pembangunan palapa ring yang rampung pada tahun 2019. Dengan demikian, perkiraan target pertumbuhan ekonomi digital pada tahun 2020 akan menyusul antusiasme para investor asing yang terus mengucurkan dana pada startup-startup digital lokal. Menurut data terakhir Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investor asing yang masuk ke startup unicorn mencapai 4,7 miliar dolar AS. Angka tersebut mulai menyusul investasi sektor energy yang telah puluhan tahun berdiri dengan angka 9 miliar dolar AS.

Nilai valuasi dari empat startup digital Indonesia yang sudah bergelar unicorn mempunyai nilai valuasi yang sama dengan empat operator telekomunikasi di Indonesia. Pertumbuhan yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi digital akan terus berkembang pesat sehingga pemerintah diharuskan untuk memberi regulasi yang tidak menyulitkan pelaku ekonomi digital.

Perkembangan ekonomi digital juga penting untuk diperhatikan, karena Indonesia tidak akan bisa menghindari pengaruh yang diakibatkan adanya globalisasi yang dipicu kemajuan TIK pada semua aspek kehidupan bangsa Indonesia. Berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah perkembangan TIK yang cepat namun belum sepenuhnya diikuti oleh masyarakat. Selain itu belum meratanya pembangunan infrastruktur TIK membuat pasar perangkat (software maupun hardware) terbatas, masih banyaknya pembajakan terhadap produk software dan konten di Indonesia, terbatasnya sumber daya manusia di bidang TIK, serta daya beli masyarakat pengguna TIK yang relatif lemah dan terbatas.


PERINGKAT JUMLAH STARTUP INDONESIA


Peringkat Jumlah Startup Indonesia di Dunia



Berdasarkan data dari startupranking.com, Indonesia ditempatkan sebagai negara keenam di dunia yang jumlah startupnya di bawah Kanada dan Jerman. Untuk posisi pertama diduduki oleh Amerika Serikat yang memiliki 45.986 startup, India memiliki 5.818 startup, Inggris memiliki 4.844 startup, Kanada memiliki 2.418 startup, Jerman memiliki 1.951 startup, dan Indonesia memiliki 1.948 startup. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah berusaha tampil berevolusi pada digital di dunia. Posisi tersebut juga meletakkan Indonesia pada peringkat pertama dalam skala Asia Tenggara.

Sementara itu startup Indonesia, BukaLapak menduduki ranking pertama di Indonesia. Kemudian disusul oleh Blibli, Traveloka, dan Zalora. Sedangkan unicorn pertama di Indonesia, Go-jek menempati posisi ke 15 di Indonesia dalam daftar ini. Banyaknya startup di Indonesia diyakini mampu menarik perhatian para investor untuk menanamkan modalnya di dunia digital Indonesia.


DAMPAK POSITIF EKONOMI DIGITAL

1. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
2. Terjadinya industrialisasi.
3. Produktivitas dunia industri semakin meningkat.
4. Investasi dan reinvestasi juga meningkat.
5. Persaingan dunia kerja menuntut para pekerja untuk menambah skill dan pengetahuan.
6. Dalam dunia kedokteran akan menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi.
7. Terbentuknya lapangan kerja akibat maraknya penggunaan TIK.
8. Mempermudah iklan di internet.
9. Pengeluaran sedikit karena pegawai tidak banyak.
10. Harga barang menjadi murah karena biaya operasional yang tidak terlalu mahal.
11. Menghemat waktu, biaya, dan lebih cepat pada internet banking, sms banking, atau e-commerce.


DAMPAK NEGATIF EKONOMI DIGITAL

1. Mudahnya transaksi akan mempermudahkan barang selundupan.
2. Pembobolan rekening yang merugikan finansial.
3. Banyaknya penipuan dalam perdagangan online.
4. Adanya ketakutan bagi orang awam yang belum pernah transaksi online.


TEKNOLOGI PENDORONG PERKEMBANGAN EKONOMI DIGITAL DI INDONESIA


Teknologi Pendorong Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia



Berikut merupakan teknologi pendorong yang dapat mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. Data berikut merupakan hasil dari laporan United Nations.

1. Advance robotics merupakan sebuah robot yang didesain dengan bentuk manusia. Robot ini sudah ada di berbagai negara seperti Jepang. Namun yang dikhawatirkan, akan ada pengurangan tenaga kerja manusia di Indonesia.
2. Artificial intelligence yang merupakan kecerdasan buatan untuk menciptakan suatu mesin yang dapat melakukan pekerjaan seperti manusia. Contohnya: aplikasi Hello Doctor di Indonesia yang digunakan untuk konsultasi sehingga tidak bertemu dengan dokter secara langsung.
3. Internet of thing (IoT) merupakan konsep sebuah objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa melalui interaksi antara manusia dengan manusia atau manusia dengan komputer.
4. Mainframe to cloud computing yang merupakan pusat untuk data dari seluruh organisasi.
5. Big data analytic merupakan proses mengumpulkan, mengorganisasikan dan menganalisa data untuk mendapatkan pola dan indivasi yang berguna.
6. 3D printing yang merupakan proses pembuatan benda padat tiga dimensi dari desain secara digital yang berbentuk 3D. Benda ini tidak hanya bisa dilihat, namun bisa dipegang dan memiliki volume.
7. Digital payment system atau sistim pembayaran digital. Contohnya pembayaran jalan tol yang tidak menggunakan uanhlg tunai dan sedang dikembangkan oleh pemerintah.
8. Interoperabilitas adalah kapabilitas suatu produk atau sistim yang antar mukanya dilakukan sepenuhnya untuk berinteraksi dan berguna dengan produk atau sistim lain tanpa batasan akses atau implementasi.

"The virtual arena in which business actually is conducted, value is created and exchanged, transactions occur, and one-to-one relationship mature by using any internet initiative as medium of exchange." - Amir Hartman.

  • Share:

You Might Also Like

34 komentar

  1. Makin mudah tapi butuh pembiasaan dan kudu ekstra ngilmu yah.. Yang susah yang buru buru nolak kondisi ini ya..

    ReplyDelete
  2. dan..semakin banyak rentenir online merajalela,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi bunganya tidak terlalu banyak ya bang. Tidak kayak lintah darat

      Delete
  3. Apa aja jadi mudah...
    Sampe2 kredit via online pun banyak 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Kadang hanya modal ktp elektronik dan bpjs tk pun bisa

      Delete
  4. Ga kebayang kalau penduduk yang di desa benar2 menikmati internet, mereka sebenarnya adalah calon konsumen yang potensial... dengan meningkatnya infrastruktur teknologi informasi, harapannya Indonesia bisa jadi menyabet posisi India lah.. haha, secara geografis kita lebih besar dari India.. cuma harus dibarengi dengan sosialisasi pemanfaatan ekonomi digital yang cenderung menggunakan pembayaran digital pula yang rentan dengan pembobolan atau penipuan

    ReplyDelete
  5. Ini abg yg menang lomba dpt 15jt kan

    ReplyDelete
  6. Wah keren ulasannya bang. Kontennya menarik ditambah dengan info2 grafik, ulasannya dalem banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih bang... Abang juga keren. Mantul pun

      Delete
  7. Tulisan ini kayak nasi tumpeng warna kuning yang lemak, ada lauk ayamnya,mie, acar, kerupuk,sambel goreng rempela kentang,dan banyak lagi sebagai pelengkapnya.

    Bravo bang Alfie.
    You're rock

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi makin laper ya kak kalau baca ini tulisan. hahaha

      Terima kasih kak

      Delete
  8. agak bolak balik buka kamus ekonomi bacanya... haha

    ReplyDelete
  9. ini tulisan yg akan dilombakan..keren yah bg lu bisa nukis gini.. liat data-datanya aja pening mataku bg hahaa tp kudu tau ye jan sebagai rakyat yg cerdas hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Alhamdulillah kak... Terima kasih. Ini pun masih belajar lagi

      Delete
  10. wkwkwk.. padahal saya sarjana pendidikan ekonomi. tapi karena dah lama gak baca2 artikel ginian. mantul ni bang.

    ReplyDelete
  11. Beberapa tahun ke depan semua-nya digital... Manusia digantikan dengan teknologi. Huh harus belajar yang benar biar gak tergerus jaman nih Gacil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener... Siap siap aja diganti dengan robot kalau ga ada kemampuan dan kreatifitas

      Delete
  12. Seperti sebelumnya pernah baca dari kominfo ada 10 professi yang akan terus maju dan itu semua dari digital. dan ada 10 professi yang akan jatuh

    ReplyDelete
  13. untuk starup kayaknya kita masih harus ngalahin UK sama Jerman yah
    dampak negatifnya satu lagi mas
    masifnya prostitusi online juga , itukan digital juga yah kan
    80 juta misalnya
    hahahhahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prostitusi Online emang iya sih bang. Tapi kayaknya terselubung. Abang pelanggannya ya? Huakakakak

      Delete