Mutia Garden: Resto Ramah Lingkungan Bertabur Aneka Kuliner Dari Asia Hingga Western

By Bocah Udik - 7:11 AM

Warung Mutia Food Stall Mutia Garden
Tiang bambu berbaris dengan kokohnya menyanggah bangunan tak berdinding yang beratapkan rumbia. Lampu gantung yang terbuat dari anyaman bambu menerangi seisi ruangannya. Meja dan kursi kayu tersusun dengan rapi di dalam dan luar ruangan. Ratusan pengunjung mulai tampak antri untuk mencicipi makanan khas Indonesia, Asia, serta Western.

Saya dan Mitha pergi ke sebuah restaurant, Mutia Garden sore kemarin. Lokasinya di Jalan Cut Mutia No. 26 Medan. Kami tiba disana sekitar pukul 05.30 sore. Lebih cepat setengah jam karena saat itu, Mutia Garden buka pada pukul 06 sore. Kami sengaja datang lebih awal untuk menghindari antrian pengunjung sampai berjam-jam. Namun menurut informasi dari security, Mutia Garden beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.


Mutia Garden Tampak Dari Jalan Cut Mutia
Berbicara soal bangunan, Mutia Garden terinspirasi dari alam yang ramah lingkungan. Seluruh bangunannya tampak menggunakan bahan dasar bambu. Area luar Mutia Garden terdapat taman yang membuat pengunjung merasa nyaman. Seluruh rasa penat akan hilang jika mengunjungi Mutia Garden.

Mutia Garden bisa dijadikan sebagai tempat untuk berburu kuliner halal di Medan bersama keluarga, teman, pasangan, serta acara kantor. Nuansa baru yang ditawarkan Mutia Garden lebih unggul dibandingkan tempat kuliner lainnya. Selain tempatnya yang nyaman, makanan dan minuman di Mutia Garden sangat lezat. Harganya juga sangat terjangkau.

“Ayo bang ambil photo dulu.” Kata Mitha setelah mengisi daftar antrian.

Mutia Garden Medan
Kami mendapatkan nomor 12 di Mutia Garden. Lantas bukannya mengambil tempat duduk terlebih dahulu, namun mengambil beberapa photo di Mutia Garden. Hal ini dilakukan karena pengunjung belum terlalu ramai sehingga lebih leluasa untuk berphoto disana. Mirisnya kami tidak mendapatkan tempat duduk karena terlalu asik photo di Mutia Garden. Beruntung pramusaji di Mutia Garden sangat ramah sehingga kami dibantu untuk mendapatkan tempat duduk.

“Aku duduk, Mitha aja yang order makanan.” Ucapku kepada Mitha karena takut tidak dapat kursi dan meja lagi jika ditinggal.

Straits Kitchen Food Stall Mutia Garden
Saya menyerahkan semua orderan makanan saya ke Mitha. Asal makanan dan minumannya berbeda. Maklum saja karena kami mau mencicipi satu sama lain. 30 menit kemudian, Mitha berjalan sambil membawa makanan dan minuman untuk saya.

Ternyata Mitha memesan Hainanese CR Roasted dan Lemongrass Aloe buat saya. Sedangkan Mitha memilih Teh C Peng dan Mash Potato Garlic. Untuk harga Hainanese CR Roasted Rp 45.455 per porsi, Lemongrass Aloe Rp 22.727 per gelas, Teh C Peng Rp 22.727 per gelas, dan Mash Potato Garlic sekitar Rp 25 ribu per porsi. Seluruh makanan yang dipesan memiliki tanda rekomendasi (favourite) karena banyak pelanggan yang memilih menu tersebut.

Hainanese CR Roasted Mutia Garden
Bagi saya, ini bukan pertama kali menyantap Hainanese CR Roasted. Sebelumnya pernah makan di Singapura dan Malaysia. Rasanya hampir sama namun sedikit berbeda dengan nasinya. Soal rasa ayam, bumbu Hainanese CR Roasted di Mutia Garden sangat kuat terasa. Tidak ada MSG di semua menu. Sementara untuk Lemongrass Aloe terasa hangat di tubuh ketika diminum. Serai dan lidah buayanya sangat kuat terasa di lidah. Mengalahkan rasa lemon.

“Kentang Garlic rasanya mantul.” Papar Mitha.

Mash Potato Garlic Mutia Garden
Mash Potato Garlic di Mutia Garden terasa sangat lezat. Sangat cocok bagi lidah orang Indonesia. Mitha memilih menu tersebut karena ada tanda favourite di food stall Mutia Garden. Setelah dipesan, ternyata memang direkomendasikan bagi pecinta kuliner halal di Medan. Untuk Teh C Peng, Mitha menjelaskan kalau teh tersebut perpaduan antara gula aren, susu, dan teh.

Di Mutia Garden, pengunjung self-service. Pengunjung bisa memilih berbagai menu Indonesia, Asia, maupun Western di masing-masing food stall. Kemudian membawa pesanannya ke meja masing-masing. Untuk mengedukasi pengunjung betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, Mutia Garden tidak menggunakan sedotan plastik.

Food Stalls di Mutia Garden sangat unik. Yakni seperti Myeongdong atau Myongdong. Nama tersebut adalah sebuah permukiman di kota Seoul di divisi adminstratif Jung-gu, berlokasi antara Chungmuro, Euljiro, dan Namdaemun-ro. Tapi di Mutia Garden, bukan sebuah permukiman, melainkan food stall. Disini para pengunjung bisa menemukan berbagai makanan khas Korea.

Selain Myeongdong, ada juga Straits Kitchen. Biasanya ditemukan di Singapura. Namun pengunjung tidak perlu jauh ke negeri patung singa tersebut untuk mencicipi makanan. Cukup datang ke Mutia Garden, bisa mencicipi kuliner yang ada di Singapura. Harganya juga sangat terjangkau.

Setelah puas mencicipi makanan sambil berwisata di Mutia Garden, kami pun berencana mau pulang. Namun karena malam itu hujan deras, akhirnya kami mengurungkan niat untuk pulang. Nah uniknya Mutia Garden meski atap terbuat dari rumbia, tapi tidak bocor. Dan semakin malam, suasana di Mutia Garden juga semakin asik dan indah karena lampu di taman cantik. Hal itu mengurungkan niat kami untuk pulang.

Saya Di Mutia Garden
Lemongrass Aloe Mutia Garden

Myeongdong Food Stall Mutia Garden

Meja Dan Kursi Di Taman Mutia Garden

Meja Dan Kursi Di Dalam Mutia Garden

Lampu Gantung Mutia Garden

Tempat Cuci Tangan Mutia Garden

Rempah-Rempah Di Mutia Garden

Mutia Garden Medan

Lampu Dari Potongan Bambu Di Mutia Garden

  • Share:

You Might Also Like

8 komentar

  1. Looks so yummy
    Auto ngiler

    Mevvahhh

    ReplyDelete
  2. tempatnya keren yah kak, semoga kapan kapan aku bisa kesini hehe

    ReplyDelete
  3. Duh ngiler banget liat bangunannya apalagi makanannya hahaha. Jadi konsep bangunan resto ini bener-bener ramah linggunan ya, pastinya siapapun yang datang kesini jadi merasa nyaman dan tenang. by the way Itu Mash Potatonya bikin gagal fokus, pengen cobain wkwkkw.

    ReplyDelete
  4. Asyik bgts ya Mutia Garsent, klasik dan keren... Lampu-lampunya cakep bangets, bikin betah. Aku paling terkesan tu desain jendela nya, klasik bgts, langsung inget kampung2 tempo dulu.

    ReplyDelete
  5. konsepnya asyik banget ya
    saya suka yang taman luarnya
    tempatnya asyik tuk santai dengan keluarga
    anak anak juga betah karena tempatnya luas ya

    ReplyDelete
  6. Desainnya instagrammable banget yah dan cocok ut para kaum milenia

    ReplyDelete
  7. mash potatonya nampak menggiurkan, selain itu tempatnya juga keren, bisa betah sambil menghabiskan malam bercengkrama bersama teman dan keluarga

    ReplyDelete
  8. Keren kali,.... aku baru tau tempat ini jadi cari reviewnya ternyata bener keren... buat plan untuk kesini

    ReplyDelete