Penyakit Para Blogger di Medan Hingga Terbentuk Komunitas Blogger Sumut

By Bocah Udik - 10:19 AM

Bocah Udik

“Bangunlah blog sendiri. Carilah komunitas blogger yang sehat. Dan jangan terlalu berharap dengan komunitas karena itu hanya sebagai tempat untuk berbagi ilmu, informasi, dan menjalin relasi,” -Bocah Udik.

Pada tahun 2016 kemarin, saya bekerja di kota Batam dan akan mutasi ke kota kelahiran saya, Medan. Saya yang berprofesi sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi berjaringan dan terbesar di Indonesia atau Asia Tenggara dan juga memiliki hobi menulis, menyiapkan diri untuk mencari sebuah komunitas blogger di kota Medan. Saya pun mencari komunitas tersebut di media social seperti facebook dan Instagram. Dan akhirnya menemukan seorang blogger di kota Medan.

Kemudian saya mengirimkan pesan ke blogger tersebut. Saya memperkenalkan diri, maksud dan tujuan saya agar bisa bergabung dengan komunitas blogger di Medan. Ternyata dia menyarankan saya untuk langsung mengirimkan pesan ke ketua komunitas blogger dengan memberikan ID Line. Sarannya pun saya ikuti.

“Hai mas, saya Alfie. Saya blogger dan asli orang Medan tapi sekarang masih kerja di Batam. Bulan juni mendatang, saya akan pindah ke Medan. Boleh gabung ke group bloggernya?” isi pesanku melalui Line ke ketua blogger.

Kelas Blog Pertama Blogger Sumut
Tidak butuh waktu lama, sang ketua membalas isi pesanku. Isi pesan yang sangat singkat. Hanya dua huruf saja. Tidak sebanding dengan isi pesan dan pertanyaanku. “Ya,” balasan pesannya dari Line.

Saya tidak paham balasan dari dia. Dan kemudian saya kirim pesan lagi namun tidak ada balasan. Saya pikir, “Ok. Aku jalan sendiri aja,”

Beberapa hari kemudian, saya dapat kabar baik. Saya tidak jadi dimutasi ke kota Medan. Mungkin Tuhan memiliki rencana yang indah. Dan saya belum saatnya balik ke kota kelahiran saya, Medan.

16 Juli 2018, saya pindah ke Medan. Saya bekerja di perusahaan yang berbeda. Seperti dua tahun lalu, saya masih mencari komunitas blogger di Medan. Saya tidak mau berhenti menulis meski tidak berprofesi sebagai jurnalis. Dan percarian pun dimulai.

Tanggal 18 Agustus 2018, saya mengikuti sebuah diskusi blogger dari sebuah komunitas blogger di Medan. Komunitas yang pernah saya kirimkan pesan dua tahun lewat. Saya dapat info diskusi tersebut dari blogger di Batam. Dia menyarankan saya untuk gabung dengan komunitas blogger di Medan meskipun saya pernah mencoba dan belum ada jawaban.

Awalnya, saya merasa canggung dan asing karena memang belum ada yang kenal. Saya mencoba mengenalkan diri ke mereka dan akhirnya ada seorang blogger yang pernah tahu tentang aku. Hardi, nama blogger tersebut. Kemudian kami kenalan dan saling komunikasi.

Di akhir diskusi, tampak seorang blogger yang pernah aku kirimkan pesan melalui Line. Saya masih ingat wajahnya meski dulu pernah tahu melalui photo Line. Tidak ada tegur sapa diantara kami karena mungkin dia tidak tahu saya.

Setelah dari acara tersebut, saya dan Hardi selalu komunikasi. Hardi juga mengenalkan saya dengan seorang blogger, Desy Zulfiani. Kami sering kumpul dan bertukar informasi tentang blog. Dan saya juga dapat informasi tentang komunitas blogger di kota Medan. Informasi yang sangat berguna buat saya dari hasil pertanyaan yang menjebak mereka. Maklum saja, naluri jurnalis masih ada dalam hidupku.

Kami juga sering ikut diskusi dengan komunitas blogger di Medan. Sering menghadiri acara blogger dan bertemu juga dengan para blogger di Medan. Perlahan-lahan saya mengamati para blogger di Medan. Kelakuan, sifat, dan tentu cara bicara karena saya mudah menilai orang melalui gaya bicaranya.

Kelas Blog Kedua Blogger Sumut
Bulan berikutnya, saya kembali menghadiri acara diskusi blogger di Medan. Tampak seorang blogger yang pernah saya tanya untuk gabung di komunitas mereka. Kali ini saya bertanya langsung kepadanya kenapa sampai sekarang tidak ada jawaban dan seperti tidak boleh bergabung. Jawaban mencengangkan keluar dari mulutnya yang membuat aku tersinggung.

“Tujuan abang masuk group blogger apa? Apakah karena uang?” kata-kata tersebut masih jelas dalam ingatan saya. Betapa murkanya saya karena dinilai dan dituduh mau gabung ke group hanya karena uang. Padahal saya bekerja dan blog untuk menyalurkan hobi menulis. Gaji saya masih cukup dan bahkan lebih. Jadi itu sangat menyakitkan.

“Bagaimana tahu kalau tujuan saya karena uang, sementara kita belum kenal, tidak pernah komunikasi, dan saya juga belum gabung?” tanyaku.

Semua yang dikatakan oleh Hardi dan Desy, benar. Dan saya sangat setuju setelah beberapa kali bertemu dengan para blogger di Medan. Sombong, tidak mau berbagi informasi (meski hanya segelintir blogger saja), berkelompok-kelompok dalam berteman (satu komunitas pun tidak akrab), dan iri melihat blogger lainnya berkembang. Itu beberapa penyakit para blogger di Medan.

Saya tidak masalah karena hanya fokus dengan blog saya. Sesekali juga memberikan informasi dan sedikit ilmu yang saya tahu kepada Hardi dan Desy. Kami sama-sama membangun blog kami. Itu semua karena kami memiliki hobi yang sama, menulis dan memberikan informasi kepada orang lain.

Desy mengirimkan pesan melalui whatsapp pagi itu. Dia memiliki ide untuk membuka kelas blog gratis bagi siapa pun yang mau menulis di blog. Kelas tersebut dibuka oleh Komunitas Kita-Kita Medan. Kelas blog gratis tersebut dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2018 di Kedai Sumatra. Ternyata banyak masyarakat yang mau menjadi peserta. Padahal kami hanya membuka kelas untuk 15 peserta. Namun karena minat masyarakat yang besar, akhirnya kami memberikan kelas yang lebih. Dan yang datang ke acara kelas blog gratis, mulai dari anak yang berusia 9 tahun hingga puluhan tahun.

Kelas Blog Ketiga Blogger Sumut
Setelah berhasil menggelar kelas blog gratis, Komunitas Kita-Kita Medan menggelar kelas yang kedua. Kali ini diadakan di Frame Café yang ada di Merdeka Walk pada tanggal 16 Desember 2018. Peserta yang hadir berasal dari kelas blog pertama dan ada juga yang baru. Materi yang diberikan pun berbeda dari sebelumnya. Namun kami tetap memberikan informasi tentang blog dari dasar jika ada yang belum paham.

Dari kelas blog gratis kedua tersebut, saya berinisiatif membuat group whatsapp untuk para peserta atau blogger. Pertama kali yang saya lakukan adalah browsing di Instagram dengan nama Blogger Sumut, dan ternyata tidak ada yang menggunakan username tersebut. Akhirnya saya memutuskan buat nama komunitas dengan naman Blogger Sumut. Kemudian berlanjut dengan group whatsapp.

Blogger Sumut Diundang RRI Pro 2 FM
Saya yang memang memiliki niat membesarkan nama komunitas Blogger Sumut, langsung membeli domain. Awalnya saya pilih domain dotcom untuk Blogger Sumut, namun sudah diambil oleh orang lain. Saya langsung melihat blog tersebut dan ternyata bertuliskan bahasa Korea atau Jepang. Selain dotcom, domain dotnet juga sudah diambil oleh orang lain namun tidak dapat diakses. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog https://www.bloggersumaterautara.com yang saya pikir lebih baik.

Lalu saya membuat group Blogger Sumut di Facebook. Username yang saya pilih adalah bloggersumut. Lagi dan lagi, sudah ada yang punya akun tersebut. Saya yang penasaran, langsung melihat group Facebook Blogger Sumut. Terkejut dan terheran-heran, saya baru tahu kalau sudah ada komunitas Blogger Sumut namun tidak ada aktivitas lagi sejak tahun 2014. Saya pikir, tidak ada masalah karena tujuan saya tidak jelek. Kalau pun ada yang mau gabung, silahkan. Dan kalau tidak berkenan, ini hanya nama sebuah komunitas sehingga tidak ada hak paten dan kekuatan hukum.

Pada tanggal 27 Januari 2019, Komunitas Kita-Kita Medan kembali membuka kelas untuk blogger. Kelas ketiga dengan peserta yang lama dan ada juga beberapa peserta baru. Saya dan Desy menyarankan agar komunitas Blogger Sumut tidak seperti komunitas blogger yang ada di kota Medan. Saling berbagi informasi, penuh kekeluargaan, berpikir positif, saling mendukung satu dengan yang lain, dan tidak boleh iri. Saya juga menyarankan mereka untuk bergabung dengan komunitas lain dan tetap rendah hati. Tidak masalah kalau mereka mau bergabung dengan komunitas blogger yang ada di kota Medan. Saya merasa, itu lebih baik.

Instagram Story Dari Seorang Blogger di Medan



Instagram Story Blogger Di Medan
Saya, Desy, dan Hardi seperti dikucilkan. Bahkan ada blogger di kota Medan yang pernah membuat Instagram Story dengan jelas menyebutkan Komunitas Blogger Sumut. Saya yang merasa tersinggung, langsung mention akun Instagram si blogger yang mengenakan hijab itu. Bukan rasis, tapi setidaknya dia harus bisa menjaga ucapannya karena kelakuannya tidak mencerminkan seorang Muslimah yang baik.

Saya tidak tahu penyebabnya sehingga dia berani membuat postingan seperti itu. Namun yang pasti, saya yakin kalau ada komunitas yang tidak suka dengan komunitas yang saya bentuk. Padahal kalau mereka mau gabung atau kolaborasi dengan kami, monggo. Kami tidak keberatan. Dan kalau ada masalah, ayo bicarakan baik-baik. Saya siap berbicara dengan jujur dan tidak ada rasa takut kalau memang benar. Tapi ingat, harus jujur dan sesuai fakta.

Kejadian tersebut tidak membuat saya patah semangat. Bahkan kami berencana membuka kelas blog tahap kedua pada April 2019 mendatang. Saya mau menjadikan komunitas Blogger Sumut dikenal sebagai komunitas blogger yang bukan blogger bodrex karena saya pernah menemui blogger bodrex di Medan.

Blogger Sumut Menjadi Media Partner Mie Ayam Mahmud


Kelas Blog Dari Blogger Sumut

  • Share:

You Might Also Like

42 komentar

  1. mantabbb..

    Yang pedes Karet nya dua ya kak alfie.
    hihihihi


    Saya senang jadi bagian blogsum.
    Kak alfie kak desy semuanya mau berbagi ilmu gratissssss.

    Semoga blogsum semakin berjaya.. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak... Harus pedas-pedas becakap biar tak dianggap kaleng-kaleng. Payah blogger di kota Medan ini. Belagu semua kayak begu.

      Aamiin ya Allah... Terima kasih banyak kak

      Delete
    2. Semangaatt alfiii.. be the best 💪

      Delete
    3. Terima kasih kak Mel... Be Good and Do Good ya

      Delete
  2. mantabbb..

    Yang pedes Karet nya dua ya kak alfie.
    hihihihi


    Saya senang jadi bagian blogsum.
    Kak alfie kak desy semuanya mau berbagi ilmu gratissssss.

    Semoga blogsum semakin berjaya.. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak... Harus pedas-pedas becakap biar tak dianggap kaleng-kaleng. Payah blogger di kota Medan ini. Belagu semua kayak begu.

      Aamiin ya Allah... Terima kasih banyak kak

      Delete
  3. blogger bodrex apa ya..?
    dulu dah pernah nanya keknya, tapi lupa euy...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blogger yang diundang tapi ga nulis, blogger yang suka minta minta. Kayak gitulah contohnya kak. hehehe

      Delete
  4. Akak yang baru di dunia perblogeran mendadak jadi inces dek : ' seperti ituuh???'. Akak mah merasa warthit jadi bagian blogsum...ilmu gratisnya melimpah di sini mah...tinggal belum rejeki aja ketemu didarat hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya kakak perlahan akan banyak tau tentang penyakit para blogger kak. Siap-siap aja dan jangan terkejut kalau nanti akan mengalaminya

      Delete
  5. Ya Allah aq berasa artis disebut2 di blog keceh nya ratu batam. Semoga kedepannya kita semakin kompak menebar manfaat ya fi Amiinn.

    ReplyDelete
  6. Semoga blogsum lebih besar ,seneng bisa gabung sama blogsum.. Sedihnya belum bisa gabung kalau ada acara huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah... Semangat kak. Nanti pasti bisa gabung pas acara. Aamiin

      Delete
  7. mantabbb..

    Yang pedes Karet nya dua ya kak alfie.
    hihihihi


    Saya senang jadi bagian blogsum.
    Kak alfie kak desy semuanya mau berbagi ilmu gratissssss.

    Semoga blogsum semakin berjaya.. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak... Harus pedas-pedas becakap biar tak dianggap kaleng-kaleng. Payah blogger di kota Medan ini. Belagu semua kayak begu.

      Aamiin ya Allah... Terima kasih banyak kak

      Delete
  8. Wah sy br tau kalo ada komunitas yg sprti itu yg mengkotak"an dengan sesama blogger... Mudah"an sih di grup fb ni enggak yah.. Maklum sy jg msh awam dan ngasal jg blognya alias gado" smg ga ada lg yg sokk iyeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...

      Lambat laun kakak pasti akan tau dan akan mengalaminya. Kalau kakak berkembang, akan ada yang iri dengan kakak. Jadi abaikan aja

      Delete
  9. Blogger bodrex itu apa ya? Bodrex kan obat pening, berarti blogger yg bikin pening dong hehe, btw abang ini orang medan ya, saya pikir orang batam asli, saya juga cukup awalnya mau gabung ke blogger medan lho, tapi tenyata tak lulus seleksi administrasi wkwkwk, komunitas blog koq pake seleksi yah wkwk, akhirnya saya terdampar di komnunitas bloggersumut ini, mudah2an orangnya baek2 ya, gak nyubit dan gak jambak , hehe peace bang!! Semoga bloggersumut semakin sukses ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Asli Medan.

      Huakakakak... No Comment deh. Alfie juga baru tau. Seolah-olah kayak mau bagi bagi sembako atau mau masuk sekolah dan kuliah. Harus daftra. Huakakakak

      Delete
  10. Astaga gitu amat ya jadi blogger. Baperan gak banget deh ya. Padahal sejak lama saya pengen gabung di grup2 blogger yang saya juga bisa ketemuan secara langsung alias kopdaran syukur bisa nambah teman. Tapi sumpah baca tulisan ini rasanya pengen nonjok tuh orang kayak dia sok paling berkuasa aja di medan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar kak... Tahan emosi. Jangan marah. Yang penting kita kembangkan blog aja. Biar makin iri. Hehehe

      Delete
  11. Yap, saya mulai2 nulis di blog sebenarnya sudah dari kelas 1 SMA. Naik turun semangat blognya, ditambah pas kuliah 4 tahun di Aceh aktivitas ngeblognya semakin dinomor sekiankan. Sekarang, selepas kuliah saya kembali lagi ke Sumut dan gairah menulis timbul lagi.

    Bersyukur kenalan sama bg Alfie (biarpun baru kenalan dari medsos), tapi udah diajak gabung ke Blogger Sumut. Belum jumpa memang, tp semangat kekeluargaannya terasa banget di komunitas ini. Yah, serasa ada wadah yang welcome lah buat langkah awal mulai kembali serius ngeblog. Semoga ada waktu nnti ikut yang dibulan april

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Allah... Saya juga beruntung kenal dengan abang. Tulisannya sangat bagus. Suatu saat kita bisa ketemu ya bang. Ngobrol dan sharing tentang blog atau tulisan. Semangat bang

      Delete
  12. entah kenapa kok..... ah sudahlah,,
    itu kembali lagi ke pribadi orangnya sih.

    yang pasti tentunya aku ambil jalan tengah aja (ketabrak donk, hehehe)

    tapi aku juga pernah sing ngerasain hal yang sama kayak abang. dulu aku ikut rohis disekolah, karena sebenarnya niatnya itu pramuka dan pramuka juga gak ada disekolah, jadinya aku inisiatif buat pramuka di sekolah.. ehhh.. malah rohis yang mencoba ngejatuhin pramuka. kesel, marah, pengen rasanya kuberteriak!. ya intinya aku paham betul karena aku juga pernah ngerasain itu waktu sekolah dulu.

    intinya semangat terus bang, dan sebarkan hal positif terus. aaashhhiiiyyyaaappp...


    aku cinta blogger, tapi kalo kasus beginian. hmmm,,, kabur aja deeehhhh *lari kenceng*

    hehehehe,,,

    "Love, Peace, and Eat Well" (Quotes of gorila)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah kenapa kog apanya Arya? Penasaran deh gua.

      Pasti dong gua semangat dan ku tak peduli sama blogger blogger begitu. Blogger yang memiliki penyakit hati. Hahaha

      Btw quote nya keren. Suka deh gua. Apalagi ada kata makan. Hahahah

      Delete
    2. aku emang suka buat orang penasaran bang.. mwehehehe,,,,

      itu quote ala gorila, huahuahua...

      Delete
    3. Makanya Golila unyuk pakai topeng ya. Padahal kalau ga pakai topeng, orang tetap penasaran.

      Quote nya keren

      Delete
  13. Membangun sesuatu yang baru emang kadang tidak selalu berjalan mulus kak, tapi back to basic aja. Tujuan dari komunitas adalah tentu saja menjadi wadah positif bagi setiap anggotanya. Malah salut banget akutu sama kakak. Yang jelek-jelek dihempaskan ajah, terus semangat menebar hal positif. MANGATSSSSSSSSSSSSS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... Kata Syahrini Hempaskan... Jauh... Sana...

      Ga peduli deh karena tujuan aku untuk berbuat baik. Dan hal itu menjadi penyemangat ku

      Delete
  14. Wah...keren...pantang menyerah, Bang. Saya dag dig Dug bacanya.
    Saya mungkin klo dibilang ngeblog mau cari duit? mungkin tersinggung juga, dulu awal tujuan menulis diblog hanya menyalurkan unrk-unek yang ada dikepala yang tidak bisa saya ucapkan dna mungkin nggak layak untuk dimuat di media nasional manapun. Masalah blog VS uang itu seperti hadiah bagi blogger yang terus konsisten menulis dan memperbaiki tulisannya. Dna komunitas adalahs alah satu yang (harusnya) semakin emmperbanyak ilmu kita dalam dunia blogging dan influencer. Semangat, Bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa yang ga sakit hati kalau dibilang tujuan blog adalah uang. Gua kerja dan gaji gua mah lebih dari cukup. Aneh kalau ada yang menilai demikian meski katanya becanda padahal tidak kenal.

      Terima kasih kak. Aku pasti semangat

      Delete
  15. Wow, salut Aku... Menyebar virus kebaikan itu wajib ya termasuk dalam wadah komunitas blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak... Kita harus menyebarkan virus positif ke siapapun.

      Delete
  16. Wahh keren kak, salutt.. Terus maju kak, jangan hiraukan yang lain. Selama niat kita baik, lanjutkan!

    ReplyDelete
  17. Moga kita di blogger sumut gak ketularan penyakit itu ya bang. Seneng bener bisa ikut gabung belajar di blogsu, Gak pelit ma ilmu dan info even terutama bang alfie dan kk desy 😍

    ReplyDelete
  18. Tulisan yang bagus, tapi sayang terlalu menggiring opini publik. Terutama untuk mereka yang belum atau baru memasuki dunia blogging.
    Sebagai seorang yang tergolong founding father dari komunitas Blogger Sumatera Utara, Anda justru melakukan framing dan penggiringan opini publik yang sangat disayangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada yang menggiring opini publik. Dalam tulisan ini, sudah ada bukti yang saya cantumkan.

      Dan perlu diingat, blog beda dengan portal berita. Kebanyakan blog berisikan opini. Menurut saya bagus, belum tentu menurut anda baik. Itulah blog.

      Delete