Lifestyle Blogger Medan: Ramadhan Berkesan Di Kota Batam Sebelum Corona Menyerang


Alhamdulillah bulan Ramadhan segera tiba. Bulan penuh ampunan itu memang selalu dinanti. Namun siapa sangka, bulan Ramadhan 1441 H kali ini sangat berbeda. Diselimuti duka. Karena seluruh manusia tengah dihadapkan dengan ancaman virus Corona. 

Tapi, ini akan menjadi hal yang berkesan di Ramadhan selanjutnya. Kog bisa? Mari lanjutkan membacanya!

Beberapa keutamaan bulan Ramadhan, disebutkan dalam Hadist Riwayat Bukhari Muslim:

ان في الجنۃ بابا يقال له الريان , يدخل منه الصاءمون يوم القيامۃ , لا يدخل منه احد غيرهم.

“Sesungguhnya di Surga ada 1 pintu yang disebut Ar- Rayyan. Orang-orang yang berpuasa (dengan baik dan benar) akan masuk Surga dari pintu itu, tidak mungkin ada orang lain yang bisa memasukinya selain mereka.” (HR. Bukhari Muslim).

Ibadah puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi umat nabi Muhammad SAW dan sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Ada kesan yang sangat bagus bagi umat Islam di jaman nabi Muhammad saat Ramadhan, yaitu berpuasa sambil berjihad melawan orang-orang kafir dalam perang badar.

Ramadhan dikenal dengan bulan jihad, bukan? Kalau di jaman nabi Muhammad SAW melakukan perang badar melawan orang-orang kafir, maka sekarang melawan virus Corona. Benar kan? Itulah kesan indah Ramadhan.

Keutamaan Ramadhan tentu saja karena sebulan penuh akan sarat melaksanakan ibadah. Selain itu, kita akan dibanjiri dengan berkah dan ampunan bila sungguh-sungguh melakukannya. Maka, jangan sia-siakan kesempatan untuk mendetoksifikasi diri selama bulan puasa kali ini.

Ada banyak kesan indah Ramadhan yang saya rasakan. Contohnya sewaktu tinggal di kota Batam. Jauh dari orangtua, membuat saya menjadi mandiri. Berjuang dan berjihad (pura-pura perang) dalam melakukan semua hal sendiri. 

Biasanya saya dibangunkan oleh orangtua untuk makan sahur. Tak perlu masak nasi dan lauk pauk. Saya sudah bisa sahur dengan tenang. Semua sudah tersedia. Namun beda saat di Batam. Saya harus bangun lebih awal untuk masak nasi dan lauk pauk. Kalau tidak, ya tak sahur. 

Tantangannya banyak. Tak jarang saya bangun kesiangan. Tak sempat masak sahur. Biasanya karena lupa menyalakan alarm. Kalau sudah begitu, saya harus keluar komplek perumahan untuk membeli makanan di rumah makan. Perjuangan untuk bangun pagi, mencari menu sahur, dan mengejar imsak memang menjadi sensasi spiritual tersendiri yang tak akan ditemukan di bulan lainnya.

Di Batam, saya juga melakukan tradisi seru bersama teman kantor. Salah satu tradisi yang menyenangkan saat puasa tiba adalah menunggu waktu berbuka. Ngabuburit. Setiap orang punya cara sendiri untuk menikmati ngabuburit. Misalnya dengan berjualan takjil, kongkow dengan teman, dan sebagainya.

Setelah itu disusul dengan buka puasa bersama. Dengan tradisi itu, sebenarnya kita jadi lebih akrab dengan teman, reuni dengan teman lama atau lebih hangat dengan keluarga. Esensinya adalah merayakan kemenangan berpuasa di hari itu bersama-sama, pasti lebih membahagiakan.

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْذنْبِه 

"Barang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.”

Maksud qiyam Ramadhan, secara khusus menurut Imam Nawawi adalah shalat tarawih. Hadits ini memberitahu bahwa shalat tarawih itu bisa mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa. Tapi ada syaratnya. Harus karena bermotifkan iman, membenarkan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dari Allah. Bukan karena riya’ atau sekedar adat kebiasaan.

Pada bulan Ramadan, umumnya masjid lebih sering dikunjungi. Terutama saat tarawih. Baik bersama teman maupun keluarga, menuju masjid dan tarawih bersama. Namun saat di kota Batam, saya memiliki kesan yang tak terlupakan, yaitu beribadah bersama teman kantor dan bersilaturahmi dengan rekan lainnya. 

Tapi tahun ini akan sangat berbeda. Hal itu tak bisa diulangi lagi. Karena Ramadhan 1441 H harus tarawih di rumah akibat Corona.

Namun sebenarnya menurut saya, kesan yang paling tak bisa dilupakan dan bikin kangen dari bulan Ramadan adalah perjuangan selama sebulan penuh untuk menahan diri dari berbagai godaan. Bahkan banyak yang melakukan pengubahan spiritual menjadi diri yang lebih baik. Hal-hal seperti inilah yang menimbulkan rasa damai dan membuat Ramadhan selalu dirindukan oleh umat Islam.

Nikmatilah kesempatan menunaikan Ramadhan kali ini hingga menuju hari kemenangan meski sedang dilanda Virus Corona. Semoga kita masih bisa menikmati Ramadhan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya dengan kesan yang berbeda. Aamiin

0 komentar