Inilah Resiko Jika Anda Telat Mengganti Oli Mesin

Resiko Jarang Ganti Oli Mesin

Oli mesin mempunyai peranan yang sangat penting bagi kendaraan bermotor. Apabila diibaratkan dengan tubuh manusia, oli bisa diibaratkan sebagai darah. Sehingga keberadaannya sangat penting untuk tubuh. Seperti halnya di dalam tubuh, darah tidak boleh terlalu kental dan terlalu encer. Sehingga darah bisa mengalir dengan baik ke seluruh bagian tubuh.

Oli mesin pada kendaraan berfungsi sebagai pelumas mesin, mengurangi gesekan, menjaga suhu mesin tetap stabil dan masih banyak lagi. Dengan adanya pelumas, kendaraan tetap nyaman saat dikendarai. Dari fungsi tersebut, sudah seharusnya penggantian oli dilakukan secara berkala. Untuk kendaraan bermotor, secara umum oli harus diganti setiap menempuh jarak 2.000 – 3.000 kilometer. Hal ini juga tergantung pada pemakaian dan setidaknya dalam waktu 2 bulan. Lalu, bagaimana jika anda telat mengganti oli tersebut?

7 Dampak Jika Jarang Mengganti Oli Mesin

1.  Kerusakan Komponen pada Mesin
Hal ini sudah pasti terjadi apabila Anda terlambat mengganti oli mesin. Kerusakan tersebut mengakibatkan harus dilakukannya penggantian komponen mesin yang baru. Penggantian komponen mesin dengan yang baru pasti menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, jika Anda tidak ingin terjadi, maka lakukan penggantian oli secara berkala.

2. Kinerja Piston Terganggu
Apabila kendaraan terlambat diganti oli, maka kinerja piston akan terganggu.  Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi pengendara karena ketika di perjalanan, oli yang terus berkurang atau habis bisa menghentikan kendaraan dengan seketika dan mengalami kemacetan. Hal ini tentu sangat beresiko bagi pengendara.

3. Mesin Menjadi Kasar
Apabila oli terlambat diganti, mesin akan memberikan pertanda. Mesin akan terasa lebih kasar daripada biasanya. Getaran keras yang terjadi pada mesin ini terjadi karena volume oli mesin yang sudah jauh berkurang bahkan habis.

4. Boros BBM
Terlambat mengganti oli juga bisa membuat konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi sangat boros. Saat mesin menyala atau sedang dipakai maka akan terjadi gesekan pada komponen mesin. Jika oli sudah lama tidak diganti, maka gesekan yang terjadi pada komponen mesin tersebut akan semakin keras dan kasar. Sehingga, tarikan mesin akan menjadi lebih kuat dan akan lebih banyak mengkonsumsi bahan bakar. Tentu, Anda tidak ingin hal ini terjadi bukan?

5. Mesin Kepanasan atau Overheating
Apabila kondisi oli sudah dalam kondisi jelek, maka volumenya sudah berkurang karena terlambat diganti, maka oli tidak bisa mendinginkan mesin dengan baik. Proses pendinginan mesin ini juga menjadi semakin lambat. Hal ini juga mengakibatkan kondisi mesin menjadi panas. Apabila kondisi ini dibiarkan maka lama kelamaan komponen mesin akan menjadi rusak terutama kepala silinder yang akan melengkung.

6. Kinerja Mesin Akan Jauh Berkurang
Fungsi oli pada mesin sangatlah penting. apabila penggantian oli terlambat, maka mesin akan menjadi berkurang performanya. Jika kondisi oli sudah tidak bagus lagi, maka performa mesin akan menurun drastis. Hal ini merupakan kondisi yang termasuk parah dari dampak apabila penggantian oli mesin tidak dilakukan secara berkala dan rutin.

7. Harus Turun Mesin
Resiko terberat dari seringnya terlambat mengganti oli mesin adalah turun mesin. Apabila terlalu lama mengabaikannya, maka masalah pada komponen mesin sangat besar. Untuk memulihkan kondisi ini, maka diperlukan adanya penggantian komponen mesin dengan yang baru. Cara yang bisa ditempuh adalah dengan turun mesin dan akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Dari semua dampak dan resiko tersebut, sudah seharusnya penggantian oli mesin harus dilakukan secara berkala. Karena jika tidak, dampaknya akan sangat vital bagi kondisi kendaraan Anda. Kunjungi laman mobil.co.id untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan kendaraan dan perawatannya. 

0 komentar