Travel Blogger Medan: Salib Kasih Siatas Barita Tarutung, Saksi Bisu Penyebaran Agama Kristen Di Tapanuli

https://www.bocahudik.com/


“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” -Efesus 4:32.

Seperti ayat Al-kibat tersebut, saya berpikir kalau dalam hidup dan hati harus ada kasih. Begitu pula dengan Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung yang mungkin didirikan untuk mengajarkan kasih kepada umat. Pasalnya ada kamar tempat berdoa di sana.

Saya beruntung bisa berwisata rohani ke Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung. Dengan mengendarai sepeda motor, saya berangkat sore hari dari Kota Medan. Jarak yang ditempuh sekitar 320 kilometer atau sekitar 7 jam. Jalan yang saya lalui adalah Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Parapat, Balige, Sipahutar, Siborong-Borong, dan Tarutung.

Namun saya sempat berhenti beberapa kali. Maklum masih meraba karena tak tahu jalan menuju Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung. Saya sempat berhenti di Pematang Siantar untuk makan sejenak. Kemudian berhenti di Parapat karena mau ambil photo Danau Toba di malam hari, dan berhenti di Siborong-Borong karena haus.


https://www.bocahudik.com/

Sepanjang perjalanan terasa sangat dingin. Jalanan pun gelap. Beruntungnya jalan rusak tak terlalu parah. Tapi saya sempat hampir nyungsep karena jalan yang saya lalui adalah tikungan tajam yang menurun dan mungkin karena saya jalan terlalu kencang. Alhamdulillah tak terjadi apa-apa selama perjalanan tersebut.

Tiba di Tarutung sekitar pukul 11 malam. Saya pun mencari penginapan di sekitar Jalan Sutomo Huta Toruan X, Tarutung. Dari lokasi penginapan, hanya 15 menit menuju Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung.

Keesokan harinya, saya langsung menuju Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung. Setelah sarapan pagi, tentunya. Khawatir tak ada penjual makanan. Namun dugaan saya tersebut salah. Di Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung ada penjual makanan.

Salib Siatas Barita, Tarutung merupakan landmark kota Tarutung. Lokasinya berada di Desa Situngkir, Simorangkir Julu, Tarutung, Sumatera Utara. Salib Kasih ini merupakan monument berupa salib yang tingginya sekitar 30 meter lebih.


Salib Kasih didirikan pada tahun 1993. Tujuannya untuk mengenang jasa misionaris asal Jerman, DR. Ingwer Ludwig Nommensen. Pada saat menyebarkan agama Kristen di Tapanuli, Nommensen berkali-kali hendak dibunuh oleh masyarakat pribumi di sana namun selalu gagal. Usaha Nommensen pun tak sia-sia karena banyak masyarakat lokal yang akhirnya memeluk agama Kristen dan meninggalkan kepercayaan lama mereka, animism.


https://www.bocahudik.com/

Ada patung DR. Ingwer Ludwig Nommensen berwarna emas di Salib Kasih. Disinilah pertama kali Nommensen berkhotbah dan menghadap ke arah Rura Silindung di bawahnya. Selain itu, di Salib Kasih terdapat banyak kamar tempat berdoa untuk umat Kristiani. Di dalam kamar tempat doa tersebut terdapat salib, gambar Yesus Kristus serta satu buah Al-kitab. Kita bisa berdoa sepuasnya dengan suasana yang damai.

Menuju lokasi Salib Kasih di puncak bukit, harus menaiki ribuan anak tangga. Ada dua jalur yang disediakan, jalur untuk orang tua dan jalur untuk anak muda. Selama perjalanan menuju lokasi, akan melewati pohon-pohon pinus yang rindang. Selain itu ada papan tulisan 10 perintah Tuhan yang dipasang di pohon-pohon pinus tersebut. Selain 10 Perintah Tuhan, banyak juga ayat ayat alkitab yang akan dilewati sebelum mencapai Salib Kasih.

Di lokasi Salib Kasih terdapat tempat duduk dan pondok-pondok yang terbuat dari keramik. Selain untuk tempat istirahat karena lelah mendaki, dari sini kita dapat melihat keindahan pemandangan Kota Tarutung dari ketinggian dengan puas. Susana sekitaran Salib Kasih juga sejuk dan asri. Banyak pohon pinus di Salib Kasih yang menjadikan udara di sekitarnya terasa segar dan alami. Banyak patung khas Kristiani dan nisan yang bisa dijadikan untuk spot photo.


https://www.bocahudik.com/

Salib Kasih juga diyakini sebagai tempat tinggal dari Sombaon. Sombaon merupakan roh alam dengan kedudukan tertinggi yang masih dipercayai oleh masyarakat Batak. Sombaon dipercaya dapat memberikan nasib buruk dan nasib baik bagi masyarakat setempat. Hal tersebut menjadikan Sombaon sebagai salah satu roh yang ditakuti. Terkadang masyarakat memberikan sesajen untuk Sombaon agar memberikan keberuntungan bagi mereka.

Buat yang ingin meninggalkan kenang-kenangan di Salib Kasih, bisa menuliskan nama di nisan yang ada di sana. Dari nisan tersebut membuktikan bahwa pengunjung Salib Kasih tak hanya orang Sumatera saja, melainkan dari luar Sumatera.

Untuk lokasi parkir kendaraan, tak perlu khawatir. Lokasi parkir yang luas untuk kendaraan roda dua dan empat sudah disediakan pengelolanya. Memasuki kawasan Salib Kasih, akan dikenakan biaya Rp 4.000 per orangnya.

Banyak souvenir dan cendramata yang dijual di Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung. Mulai dari jaket, kaos, gelang, kalung, syal dan lainnya. Ciri khas setiap souvenir terdapat tulisan Salib Kasih Tarutung. Lokasinya berada di bawah yaitu di Pasar Wisata.

https://www.bocahudik.com/

Saya merasa puas berwisata ke Salib Kasih Siatas Barita, Tarutung. Kemudian melanjutkan perjalanan keliling Kota Tarutung. Namun nasib jelek, ban sepeda motor bocor di parkiran Salib Kasih. Dan karena hari minggu, warga setempat sedang beribadah ke Gereja yang menjadikan saya kesulitan mencari tukang tambal ban. Beruntung jalanan menurun dari atas bukit sehingga tak terasa turunnya. Alhamdulillah saya menemukan tambal ban setelah 10 menit mengendarai sepeda motor dengan ban bocor.


https://www.bocahudik.com/

2 komentar

  1. Jalan setapaknya lebih bagus sekarang ya, ini tempat penting buat batak kristen Fie

    ReplyDelete
  2. Salib Kasih di Siatas Barita, Tarutung itu bukan saksi bisu Fie. Tapi itu dibuat untuk mengenang penyebaran Agama Kristen di Tanah Batak. Di sanalah pertama kali Nommensen berkotbah. Dia disebut Rasul Tanah Batak. Kuburannya ada di Sigumpar. Dekat Balige, pasti Alfie melewati itu dari dan ke Medan. Ulasan yang keren Fie. Thumbs up.

    ReplyDelete