Lawan Selimut Polusi dengan Transisi Energi

Lawan Selimut Polusi dengan Transisi Energi www.bocahudik.com

Pria berjanggut itu tampak semangat. Tatap matanya begitu tajam. Suaranya terdengar berapi-api. Ia penuh harap ada perubahan kondisi bumi.

Kondisi bumi penuh prihatin. Suasananya menyayat batin. Manusia harus bersatu memperbaiki dan melawan selimut polisi dengan transisi energi.

Pria itu bernama Fariz Panghegar. Beliau merupakan Research Manager Traction Energy Asia. Ia memaparkan pada kami, para Eco Blogger Squad dari Blogger Perempuan Network tentang arti transisi energi dan kenapa kita harus melakukannya.

Transisi energi merupakan upaya menekan risiko pemanasan global yang berpotensi mengancam kehidupan. Kondisi bumi yang semakin parah membuat manusia harus melakukan transisi energi. Salah satunya beralih dari energi fosil ke non fosil.


Transisi energi ada dua sektor vital, yakni transportasi dan listrik. Tujuannya untuk mengurangi penebalan selimut polusi agar menurunkan suhu bumi.

Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil, penggunaan bahan bakar fosil sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik, dan pembabatan hutan untuk produksi sumber energi menyebabkan timbulnya efek Gas Rumah Kaca (GRK) yang menyelimuti atmosfer bumi.

Lawan Selimut Polusi dengan Transisi Energi www.bocahudik.com

GRK menyebabkan naiknya kumpulan polusi yang menyelimuti atmosfer bumi. Hal ini meningkatkan suhu permukaan bumi (global warming) dan menyebabkan perubahan cuaca secara luas dalam jangka waktu yang panjang (perubahan iklim), serta perubahan iklim menyebabkan terjadinya bencana lingkungan.

Tahun 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana terkait efek GRK merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Jumlah kejadian tersebut didominasi antara lain bencana banjir yang terjadi 1.794 kejadian, 1.577 cuaca ekstrem, 1.321 tanah longsor, 579 kebakaran hutan dan lahan, 91 gelombang pasang dan abrasi, 24 gempa bumi, 15 kekeringan dan 1 erupsi gunung api.

Transisi energi diperlukan untuk mengikis selimut polutan yang menyelimuti atmosfer bumi untuk mencegah timbulnya bencana lingkungan. Pentingnya transisi energi di masa sekarang didorong oleh berbagai faktor, di antaranya penetrasi energi terbarukan yang tinggi ke dalam bauran energi global, peningkatan teknologi dan penyimpanan energi, serta dimulainya elektrifikasi.

Isu tersebut semakin berkembang karena para pemodal mulai banyak yang memprioritaskan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola. Di sisi lain, peran pemerintah juga dibutuhkan untuk membuat transisi energi dapat terwujud dengan baik.

Urgensi Transisi Energi terjadi karena tiga hal, yakni perubahan iklim, gas rumah kaca, dan desentralisasi energi. Perubahan Iklim: perubahan pola cuaca rata-rata jangka penjang yang menentukan iklim lokal hingga global bumi.

Mengapa Transisi Energi Perlu Dilakukan Akselerasi transisi energi di Indonesia perlu dilakukan dengan berbagai alasan, yaitu:

1. Perubahan Iklim Hal ini merupakan alasan terbesar di balik getolnya upaya transisi energi. Sektor energi merupakan kontributor perubahan iklim paling dominan yang menyumbang hampir 90% dari emisi CO2 secara global.

2. Negosiasi Iklim Internasional Paris Agreement (kesepakatan para peserta COP ke-21 di Paris tahun 2015 untuk menahan peningkatan suhu bumi) mewajibkan setiap negara anggota untuk mengambil peran dalam komitmen perubahan iklim, yang diwujudkan dengan penetapan Nationally Determined Contribution (NDC) masing-masing.

3. Teknologi dan Penggunaan Energi Baru Dengan adanya pertumbuhan penggunaan energi terbarukan di tingkat global, penelitian dan pengembangan atas teknologi yang tersedia semakin meningkat. Sehingga, teknologi energi terbarukan semakin beragam, berkualitas dan efisien.

Kondisi geopolitik dan ekonomi juga menjadi alasan pentingnya transisi energi, seperti desentralisasi pembangkit listrik, tren investasi terbarukan, pengadaan untuk instalasi pembangkit energi terbarukan, kebebasan dari ketergantungan fosil, serta perubahan perilaku konsumer listrik.

Teknologi Transisi Energi Meneruskan catatan Transisi Energi, terdapat tiga teknologi yang dapat mendukung kelancaran progrm transisi energi, yaitu: Carbon Capture and Storage (CCS). Hal ini merupakan proses di mana karbon dioksida yang berasal dari pembakaran pembangkit listrik dan sumber industri lainnya, dikompresi dan disuntikan ke dalam formasi geologi bawah tanah. Namun, teknologi ini masih menjadi perdebatan.

Blogger tentu memiliki peran yang signifikan terhadap penggunaan energi terbarukan apabila dilakukan secara bersama-sama. Sebagai penerus pesan perilaku yang dapat dilakukan oleh blogger dalam mendukung penggunaan energi terbarukan adalah dengan penghematan energi.

Energi yang saat ini kita gunakan sebagian besar masih berasal dari energi fosil, sehingga penting bagi kita sebagai pengguna untuk melakukan penghematan agar energi yang dikeluarkan tidak sia-sia. Salah satu cara untuk penghematan energi dapat dilakukan dengan mematikan listrik yang tidak perlu, seperti lampu saat siang hari, mencabut pengisi daya (charger) baik handphone atau laptop.

Selain tidak membiarkan perangkat elektronik yang tidak terpakai tersambung, menggunakan transportasi publik juga merupakan salah satu upaya untuk melakukan penghematan energi yang juga berdampak pada lingkungan. Saat ini tersedia powerbank yang menggunakan energi surya sehingga lebih hemat energi dan efisien karena tidak menggunakan energi listrik.

Blogger tentu saja dapat mengganti powerbank yang lama menjadi powerbank yang menggunakan tenaga surya. Blogger yang saat ini tidak dapat lepas dari media sosial juga dapat memanfaatkannya sebagai media untuk bersuara menyebarluaskan informasi mengenai energi terbarukan dan perilaku hemat energi.

Lawan Selimut Polusi dengan Transisi Energi www.bocahudik.com

 Mengunggah konten tentang energi terbarukan bisa disebarkan dalam bentuk artikel maupun gambar atau video yang memberikan contoh hidup hemat energi dengan tidak terkesan menggurui dapat secara efektif mengajak para pengikut untuk melakukan hal yang sama.

Selain memberikan contoh dan menerapkan pola hidup hemat energi, blogger juga dapat berkontribusi seperti melakukan reboisasi, pengolahan limbah, daur ulang sampah, pertanian organik, menggunakan minyak jelantah, penanaman bakau dan pekerjaan lain yang berorientasi lingkungan lainnya.

Nah, setelah mengetahui beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendukung penggunaan energi terbarukan, diharapkan akan lebih banyak blogger yang turut berkontribusi dan sadar bahwa energi yang kita dapatkan tidaklah untuk digunakan secara berlebihan.

8 comments

  1. Kemarin baru saja melihat berita bahwa jumlah populasi manusia di Bumi ini sudah menyentuh 8 Milyar. Dg jumlah sebanyak itu dan energi lama2 memang akan terbatas, penggunaan jejak karbon jg pastinya lebih banyak.

    Menyoal isu climate change ini menurutku memang harus dilakukan terus menerus, apalagi urgensinya memang penting dan antar negara harus bekerja sama. Smg Indonesia jg perlajan bs transisi energi dan selimut polusi berkurang dlm jumlah yang banyak.

    ReplyDelete
  2. Makasih ya mbak, sudah mengingatkan untuk hemat energi. Memang kontribusi sekecil apapun kalau dilakukan bersama2 secara masif insya Allah bisa berdampak baik, ya

    ReplyDelete
  3. Saya paling sebel klo ada yang habis nge-charge hp tapi ga dicabut charger-nya dari colokan
    Padahal hal sesederhana ini bisa membantu kita mengirit listrik ya

    ReplyDelete
  4. Rasanya kalo ngomongin bumi kita, pengen nangis sih karena belum bisa optimal menjaga bumi. Apalagi teringat di rumah tu masih aja ada plastik kresek. Padahal udah semaksimal mungkin dihindari.
    Jadi pengen punya power biar bisa membuat aturan tentang plastik dan banyak aturan yang menyelamatkan bumi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah betul, paling tidak sebagai blogger kita bisa saling mengedukasi teman-teman dan masyarakat yang berada di circle kita agar menyadari bahwa saat ini bumi kita sedang tidak baik-baik saja dan perlu sekali aware melindunginya dengan pola keseharian kita

      Delete
  5. Basnyak sekali yang harus dilakukan terkait perubahan iklim ya. Semoga saja kita semua bisa bersama2 melakukan yang terbaik.

    ReplyDelete
  6. Untuk memperbaiki iklim ini mari kita lakukan hal-hal kecil dari diri kita agar iklim bumi semakin membaik, seperti hemat energi, hemat air, menggunakan transportasi umum, dan lainnya termasuk tanam pohon di sekitar rumah

    ReplyDelete
  7. Isu lingkungan hidup harus terus diseriusi semua pihak. BUkan hanya pemerintah dong. Kita, masyarakat dg perilaku sehari-hari adalah penyumbang emisi dan penyebab bumi makin panas. Thanks remindernya kak

    ReplyDelete